Cave Tubing Goa Pindul

goa pindul jogjakarta

Goa Pindul adalah sebuah aliran sungai bawah tanah yg mempunyai panjang sekitar 350 meter karena di gunung kidul daerah pegunungan dan juga kering tandus. Makanya sungai-sungai disini semuanya lewat bawah tanah untuk penyusuranya pun sama seperti body rafting. Hanya bedanya, aliran air di Goa Pindul sangat tenang, oleh karenanya cukup menggunakan ban karet.

Di Goa Pindul sendiri terbagi menjadi 3 zona atau ruangan. Zona pertama adalah zona terang dengan kedalaman air nya bervariasi antara 1 hingga 5 meter. Sedangkan setelah kita masuk mulut GOA , terdapat stalaktit terbesar ke 3 di Goa Pindul dengan panjang kurang lebih 1 meter dengan diameter hampir 1 meter pula.

Setelah kita melewati stalaktit terbesar ke 3 juga terdapat batu yg menyerupai tiang penyangga yaitu adalah batu kolom atau batu pilar. Batu tersebut terbentuk karna pertemuan antara batu stalaktit dan stalakmit. Setiap milinya kedua batu tersebut membutuhkan waktu kurang lebih 2 sampai 5 tahun.

Selain batu di Goa Pindul juga terdapat spesies burung yaitu sriti dan walet kedua jenis burung itu sekarang sudah berkurang habitatnya seiring di Goa Pindul banyak wisatawan yang masuk dulunya jumlahnya ribuan yang hidup di Goa Pindul.

Masuk dan terus berjalan kedepan, terdapat anak tangga di atasnya adalah gua vertikal atau gua bolong tapi di atasnya terdapat sebuah gedung dulunya adalah tempat penakaran burung sriti atau walet sekitar tahun 1999 sampai 2009 . Setelah 2010 di Goa Pindul di buka untuk wisata, penangkaranya ditinggalkan, kerena burung makin berkurang dan kelompok penangkaranya banyak yang terjun ke wisata yang hasilnya lebih banyak.

Maju kurang lebih 100 meter, terdapat batu hiasan yang terdapat di Goa Pindul yaitu batu pilar disitu juga terdapat batu pilar paling besar di Goa Pindul. Sedangkan di sebelah kirinya adalah batu kolom kembar karena ada dua jenis batu yang sangat mirip sedangkan di sebelah kiri atas yang menyerupai dengan ku cup bunga ataupun sarang lebah atau tawon itu adalah batu tirai tapi batu tersebut berbeda dengan batu pilar atau batu stalatit atau stalakmit karena batu tirai tumbuhnya kesaping.

Tap,  batu tirai yang terdapat di Goa Pindul semuanya sudah tidak aktif lagi. Adapun perbedaan antara batu yang aktif dan tidak yang paling mudah dan bisa kita lihat hanya yang meneteskan air dan tidak meneteskan air.

Memasuki zona yg ke 2 yaitu zona remang yang ditandari dengan stalaktit gapura sekaligus menjadi gapura pembatas antara zona terang ke remang. Di zona remang ini kedalaman airnya sekitar 9 meter. Agak kedepan, sebelah atas terdapat spesies kelelawar jenis pertama yaitu pamakan buah disebut juga kalong atau codot. Ukuran kelelawar ini cukup besar. Dahulu, jumlah kelelawar mencapai ratusan ribu, namun sekarang tinggal beberapa saja.

Bergeser tak jauh dari gapura, terdapat batu stalakmit linga atau batu perkasa. Mitos dan sugestinya, untuk kaum laki-laki batu ini akan menambah perkasa. Sedangkan di sebelah kiri agak kedepan lagi terdapat batu stalaktit termuda di Goa Pindul yg masih aktif yang menyerupai candi borobudur atau prambanan tetesan airnya ini dapat di percaya untuk kaum wanita menambah cantik dan awet muda.

Selanjutnya, masuk zona terakhir yaitu zona gelap abadi dengan kedalaman airnya mencapai 12 meter. Seblum masuk, pengunjung akan melihat batu costum. Batu ini adalah menjadi gapura perbatasan dari remang ke gelap abadi. Di sebelah kiri juga terdapat batu tirai yang sudah tidak aktif lagi.

Di zona gelap abadi, terdapat sebuah ruangan dulunya adalah tempat bertapa pada jaman kerajaan mataram yaitu ki juru martani. Sebagian warga pun masih ada yang percaya dan melakukan ritual di sebuah ruangan tersebut. Tepat di depan pertapaan, terdapat batu stlaktit terbesar ke 2 di Goa Pindul dan juga akan melewati batu terbesar pertama dimana semua wisatawan kakinya harus dilipat atau ditaruh di atas ban, sebab jalanya cukup sempit.

Batu stalaktit terbesar nomor satu ini seringkali disebut batu soko guru oleh warga di sekitar Goa Pindul. Soko berarti tiang. Sedangkan Guru berarti bukit. Jadi, batu soko guru adalah batu tiang penyanga di Goa Pindul atau bukit Goa Pindul. Tapi batu ini masih mengambang belum mendasar kebawah, karena kedalamnya yang mencapai 12 meter. Batu tersebut masih mengambang sekitar 6 meter, masih aktif, masih bisa lebih panjang dan besar lagi.

Sebagian besar GOA, di dalamnya terdapat kelelawar. Begitu juga dengan Goa Pindul. Terdapat zona kelelawar yaitu kelelawar pemakan seranga dengan ukuranya lebih kecil di sebutnya adalah lowo atau kampret. Sedangkan kelelawar pemakan buah yang ukuranya lebih besar, biasa disebut dengan kalong atau codot. Selain pemakan serangga, kelelawar disini juga menganut sistem poligami. Satu pejantan bisa 1 smpai 11 betina. Jadi, tak heran kalau dahulu pertumbuhanya sangat cepat.

Masih banyak batu unik lain yang ada di dalam Goa Pindul. Oleh karena itu, Anda harus mencoba cave tubing sendiri untuk menikmati suguhan Goa Pindul! Anda juga harus mengikuti tata tertib yang sudah tertulis oleh team, ya. Diantaranya, tidak boleh melepas jaket pelampung, bicara kotor atau jorok, merusak ekosistem dan juga batu.

Jangan lupa, Anda juga harus ikut breafing yang dipimpin oleh pemandu. Agar wisata Anda aman, nyaman dan terkendali. 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *